Archive

Archive for the ‘IMHO’ Category

Search, Read CAREFULLY, then you may ask or complain

October 23, 2009 Leave a comment

heran deh gue. ini akibat pendidikan yang kurang atau sudah terlalu terlena dengan teknologi ato gimana ya, orang-orang kadang jadi ingin yg serba instan dan pengennya didikte. karna dari SD udah diajarin pelajaran dikte mungkin?

jadi begini, di dunia maya ini apa-apa serba praktis sebenernya. praktis dalam hal, elo ga usah susah-susah, tinggal mengetikkan kata kunci aja di search engine then VOILA! beribu-ribu link akan muncul menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dan kebimbangan elo-elo semua.

hanya kadang kala, karna dibikin praktis itu, orang-orang jadi malas. apa-apa maunya dikasih tau aja dulu, ga mau CARI TAU sendiri. bahkan udah jelas-jelas terpampang di depan mata, cuman perlu dibaca dengan seksama sampai selesai aja, UDAH MALES. istilahnya, menanyakan pertanyaan yang udah ada jawabannya.

contoh aja nih, kemaren ceritanya, temen yg mengurus halaman pagefan-nya anak-anak seangkatan gue di Facebook mengirim wall kepada setiap orang yg dirasa seangkatan. di wall tersebut, diberitakan kalau ada format data yg harus diisi untuk kelengkapan biodata buat buku angkatan. syaratnya, harus ‘became a fan’ page tersebut lalu masuk ke Discussion Board dan silakan mengisi!

sampe situ, bukankah sudah jelas aturannya bagaimana, ya ga? tinggal ‘became a fan’ of -nama jurusan dan angkatan-, masuk Discussion Board, dan isi biodata dengan mereply topik di situ. SELESAI.

ga nemu page fannya? TINGGAL SEARCH AJA GITU MBA, MAS KOK SUSAH TOH. jelas-jelas ada menu SEARCH di pojok kanan atas Facebook. itu gunanya halaman tersebut! biar situ tinggal ketik keyword dan akan muncul pilihan-pilihan yg diinginkan. trus klik, cari topik, reply, beres. gampang toh? ga susah toh? ga usah nanya-nanya: ‘mana hoy formatnya. di mana liatnya?’ bikin eneg yg liatnya aja, tau ga sih.

okay, tinggalkan itu. satu lagi, kmaren lagi blogwalking, nemu sebuah tulisan yang judulnya agak-agak provokatif sih. cuman karna gue merasa judulnya itu sedikit benar, ya ga masalah. trus gue baca tulisannya pelan-pelan dengan seksama dan ternyata isinya ga seprovokatif itu kok. poin-poin yg dibahas di situ bener kok dan bagus banget. herannya banyak juga ya, yg menyalah-nyalahkan judul yg provokatif itu. yah elah, JUDUL DOANG GITU LOH.

emang, judul adalah roh dari sebuah tulisan. dan emang sifatnya mengeneralisasi isi tulisan. tp mbok yao, jangan menilai tulisan dari judulnya sih. DIBACA DULU ITU BENER-BENER. dicerna baik-baik, baru komen.

ah susah emang, orang-orang endonesah ini belakangan reaktif, gampang terprovokasi hal-hal kecil. beda pendapat dikit, dibrakot. beda itu biasa tp trus jangan jadi membeda-bedakan.

intinya apa? ya namanya mau seneng itu ya harus susah-susah dulu. kalo mau pinter, ya usaha. saling membantu boleh, tp trus jangan jadi terlena sama bantuan orang lain, dan menggantungkan diri terhadap bantuan.

so, SEARCH, READ CAREFULLY, THEN YOU MAY ASK (if necessary) or COMPLAIN.

Advertisements

that’s why God created love. so all the differences could be united.

September 22, 2009 Leave a comment

PhysPharm United Way pic October 2008

gue sadar, kita hidup di negara yang plural. beragam agama dan kepercayaan, beragam suku dan kebudayaan, dan beragam ras serta adat istiadatnya. bahkan dunia ini juga isinya bukan orang-orang yang mungkin pemikirannya sama dengan kita. there’s differences, everbody knows.

perbedaan-perbedaan ini yang kemudian memunculkan berbagai spekulasi, silang pendapat, beda pemikiran, dan lain-lain. it’s very very normal. beda kepala, beda perangai, beda sikap. menyatukannya bukan perkara gampang. hanya bagaimana kita menghargai dan tidak memaksakan kepada orang-orang bagaimana pendapat kita.

I don’t judge people by SARA (Suku, Ras, dan Agama) but from the way I feel to them, and what I see from them as we contact. ketika gue ga sreg sama orang, gue ga melihatnya dari sisi agama, apakah dia Islam, apakah dia Kristen, apakah dia Yahudi, apakah dia Buddha, apakah dia Hindu. but I was. dulu gue selalu merasa euh-orang-ini-non-muslim-plis-deh-jauh-jauh-aja. itu DULU. di mana gue masih berpikiran serba labil dan masih menerima sesuatu secara mentah-mentah, dan lingkungan yang cenderung satu-pikiran. sekarang, semakin banyak gue mengenal orang, semakin gue melihat cara-cara orang berpikir (sebagian gue melihatnya dari tulisan. don’t blame me, but that’s what I saw. sometimes, writings tell the truth), gue semakin menerima perbedaan dan menghormati mereka yang berbeda.

gue juga ga melihat apapun dari dia orang Cina, Jawa, Sunda, Sumatera, Sulawesi, dll. apakah karna dia sering tereak-tereak dan berkata-kata kasar atau tegas kemudian kita berkata “pantesan aja, Batak sih” or ketika ada yang ngomong di belakang terus mengatakan “yaaahh orang Jogja emang begitu”. first time I think about that, but next time I consider that bukan hanya orang Batak yang waton nyeplos, bukan cuman orang Jogja yang suka ngomong di belakang, bukan cuman orang Madura yang ngomongnya atos. EVERYBODY COULD BE.

Read more…