Home > blablablabla, online, sok tau, wondering, ya gitu deh > Social Networking Phenomenon

Social Networking Phenomenon

gue ga ngerti ya, ini fenomena apa. entah karna emang internet udah meracuni kita semua entah gimana.

gue mulai melek internet waktu baru masuk kuliah. mulai sering menggunakannya karna memang sudah demen ngelayap. ngelayap ke warnet. waktu itu, di internet heboh dengan blog. semua yang mengenal internet, berbondong-bondong bikin blog, posting dan segala macam. sebelumnya, muncul Kambing Jantan, buku pertama yang berisi sekumpulan posting di blog (CMIIW). waktu itu buku tersebut belom seheboh sekarang. tapi entahlah, kemudian jadi heboh dan mengguncang internet. ratusan bahkan ribuan blog tiap harinya dibuat. waktu itu temanya masih sekedar untuk tempat curhat.

social-networking-sites

taun itu juga, heboh Friendster. sebuah social networking, di mana bisa berkomunikasi dengan teman-teman nun jauh di sana. atau ketemu teman lama yang selama ini tak pernah tau kabar dan rimbanya. atau sekedar bernarsis ria, mengumpulkan foto dan berbalas komentar. tadinya hanya kolom testimonial, di mana tau kan testimonial itu maksutnya gimana. eh ujung-ujungnya jadi kolom komentar, cela-celaan, ngobrol, menyapa, dan lain-lain. secara ga langsung, era blog dan Friendster seolah menjadi era awal munculnya E-Narcism. Friendster pun menjadi salah satu situs yang paling digilai dan diakses paling banyak pada saat itu. semua orang, kalau baru kenalan pasti ditanya: “Friendsternya apa? add gue dong!”

setelah itu, gue mulai mengenal messenger (walaupun aslinya udah lama banget). mulai dari Yahoo punya ampe yang sekarang lagi ngetren, chat sambil webcam-an. entah itu dengan Skype atau aplikasi lainnya. YM aja ada kok. rasanya ujung belahan dunia lain terasa di depan mata.

ada lagi situs sharing photos seperti Imageshack, Photobucket, Flickr, dan DeviantArt. mereka yang hobi motret, punya wadah untuk menshare hasil jepretan mereka, dan berkomunikasi dengan sesama penggila fotografi. atau mereka yang hobi menggambar atau photoshoping juga ikutan. lagi, narsis.

setelah Friendster mulai ditinggalkan, ada Facebook. sama fungsinya hanya isinya lebih variatif dan kalo gue bilang sih lebih komunikatif. banyak orang sibuk gonta ganti status tiap detik, aplot foto dan perang komentar, perang komentar juga terjadi di status. pada awalnya aplikasi di Facebook sudah banyak dengan aneka permainan dan waktu itu (seinget gue) ga bisa dikomentari. sekarang semua kegiatan yang kita lakukan di Facebook, bisa dikomentari. dan seolah privasi sudah hilang.

bicara privasi yang sudah hilang, akhir-akhir ini muncul lagi fenomena baru, Microblogging. menyampaikan suasana hati dalam 140 karakter setiap menit (mirip dengan status di Facebook). seolah ingin semua orang tau apa yang kita rasakan. mungkin ada yang beranggapan begitu. tapi, clearly awalnya gue memakai microblogging hanya untuk menyampah, ga peduli orang komentar apa. tp lama-lama microblogging ini jadi semacam forum terbuka. entah membahas sesuatu becandaan, sampe yang serius. mulai dari komentar yang muncul di kepala, dipostingkan di microblogging, kemudian ditimpali oleh orang-orang dan malah menjadi semacam chatting.

okay, gue ga mau membahas yg lainnya entar malah jadi panjang. jadi begini, ada teman-teman gue yang emang sudah sangat melek internet dan memang tau apa saja yang bisa dilakukan internet dan memang enjoying internet. mereka bisa selangkah lebih maju. misal, di saat orang-orang masih sibuk dengan Friendster-nya, mereka sudah merambah ke Facebook yang belom terlalu terkenal. di saat orang-orang masih baru mau mulai ngeblog, dia sudah pindah ke microblogging yang mungkin lebih praktis ketika hanya ingin mengeluarkan pikiran sesa(a)t.

ketika sudah muncul banyak orang yang (seolah-olah) mengikuti tren semata, gue jadi agak eneg. orang-orang, yang “telat” (ga bisa dibilang telat juga sebenernya. kitanya aja yg selangkah lebih maju HUAKAKAKKAKAK. sotoy abis). mereka ini, maen Facebook karna orang-orang sudah pindah ke situ, ikutan aja. trus jadi heboh di Twitter, dan mulai sok eksis di Twitter.

sometimes, gue juga merasa gue begitu. tp toh tetep lah ya, gue menganggap diri gue ini selangkah lebih maju dari mereka. waktu itu gue enjoy kembali ke Twitter (sebelomnya gue udah punya, dari 2007 meeeennn plis deeehhh), karena merasa bisa bermonolog. timelinenya vertikal, bukan horizontal kayak Plurk. tapi kemudian gue tinggalkan karna ada Plurk. ketika Twitter booming lagi karna banyak seleb yang punya (sempet juga sih gue agak underestimate tp toh gue akhirnya terjebak juga), gue pun kembali ke Twitter.

begitulah, ketika teman-teman gue yang tadinya belum maenan Twitter atau Facebook, kemudian muncul secara bergerombol I feel like, oh nooooo. kenapa mereka baru muncul sekarang sih?

kemudian, seolah-olah ini semua menjadi begini kesannya: “ga punya Twitter? ga gaul banget deh looooo!” atau “ya ampun, hare geneh masih Friendster-an? Facebook dong!” dsb dst. dan soal Twitter selanjutnya menjadi semacam forum terbuka gue juga bertanya-tanya. kenapa forum seperti ini blom pernah jarang terjadi di dunia nyata? kenapa hanya di dunia maya? padahal ketemu orang-orang ini juga sering. ngumpul juga lumayan, meskipun cuman sebentar dan kadang-kadang obrolannya rata-rata ga penting. hey, bukannya gue juga jadi ga suka bersosialisasi di dunia nyata. cuman kadang-kadang memang sesuatu yang disampaikan secara langsung itu, sulit dilakukan. for meeeeee tentunya :p

entah sampai kapan fenomena ini terus berjalan. gue juga bertanya-tanya, selanjutnya social networking macam apa yg akan muncul? we’ll see.

PS: anyway, ga heran dong para cracker jadi gencar menyerang situs-situs social networking. gue jadi bertanya-tanya: apa yang akan terjadi kalau SEMUA SOCIAL NETWORKING njengking bersamaan? but still, I still enjoy blogging. buktinya blog gue masih diapdet tuh walaupun ga sesering dulu 😀

PPS: teteup lah ya, ga ada yg salah sebenernya. hanya sajaaaa, kinda weird. dan perkataan bijak ini selalu muncul seolah mengingatkan: sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

Advertisements
  1. August 27, 2009 at 1:14 am

    buseeeetttt kok jadi panjang ya? GLEK.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: